Lumajang 67355 Jawa Timur
السلام عليكم ورØÙ…Ø© الله وبركا تة
Benda
langit atau yang di sebut dengan bintang adalah meliputi Matahari,Bulan,
Planet,termasuk Bumi yang kita tempati dan Bintang-bintang nan jauh di sana.
Semua benda langit terlihat indah seolah-olah menempel pada bola langit di atas
kita,bergerak berputar dan berjalan dari timur ke arah barat. Itu semua akibat
Bumi berputar mengelilingi porosnya.
Semua benda langit apapun namanya,
Bintang-bintang termasuk Matahari,di ciptakan oleh Allah,pasti ada tujuannya.”Dan(Dia
ciptakan) tanda-tanda (Petunjuk jalan) dan dengan Bintang-bintang inilah mereka
mendapat petunjuk” (An-Nahl Ayat 16). Inilah salah satu tujuan Allah
menciptakan itu semua.
Allah SWT,telah berulang kali
menyinggung fenomena alam dengan firman-firman –Nya dalam Al-Qur`an yang di
antara lain Surat Yunus Ayat 5 “Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan
Bulan bercahaya,dan di ciptakan-Nya Manzilah-manzilah(Tempat-tempat) bagi
perjalanan Bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan Tahun,dan
perhitungan(waktu), Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan
Haq,Dia menjelaskan Tanda-tanda(kebesaran-Nya)kepada orang-orang yang
mengerti.”
Ayat-ayat Al-Qur`an yang demikian
itu sudah semestinya menjadi pendorong bagi manusia,khususnya para Santri,untuk
memperhatian dan mempelajari benda-benda langit agar menambah keyakinan dan
kebesaran kekuasaan Allah SWT. Di samping agar dapat di manfaatkan oleh manusia
sendiri untuk menata kehidupan nya sehari-hari.
Pernyataan tentang benda-benda
langit yang di kenal dengan Astronomi memang banyak cabang dan ragamnya,satu di
antaranya adalah ilmu Falak. Hanya saja,buku-buku ilmu Falak yang ada di
Indonesia itu di rasa kurang dan sedikit jumlahnya,bahkan sulit didapati.
Disamping itu, pada saat sekarang ini di rasa kurang adanya semangat
mempelajari ilmu Falak di kalangan Masyarakat.
Menurut kenyataan diakui bahwa
Indonesia terdapat berbagai macam sistem ilmu Hisab atau ilmu Falak,baik yang
tumbuh dan berkembang di pesantren-pesantren, perguruan tinggi,maupun di
Instansi atau lembaga terkait. Satu di antaranya adalah sistem Ephemeris,yakni
ilmu Falak yang menggunakan data dari Ephemeris Hisab Rukyat yang di persiapkan
oleh Departemen Agama RI.
Karena data Astronomi yang ada pada
Ephemeris Hisab Rukyat itu di olah dengan rumus-rumus SEGITIGA BOLA yang
di akui kebenarannya oleh ilmu pengetahuan,maka data Astronomi pada Ephemeris
tidak perlu di ragukan kebenarannya.
Oleh karena itu,Pesantern kita
membangun sebuah lembaga LFMU (Lajnah Falakiyah Miftahul Ulum) yang baru ini
muncul di tengah-tengah ramainya lembaga-lembaga yang lain, karna melihat
Pesantren yang sebesar ini yang padam akan pengetahuan ilmu Falak atau
Hisabnya.
Kami segenap Kru Lajnah LFMU, akan
memaparkan hasil perhitungan Bulan Hijriyah meliputi Ijtimak awal bulan,
gerhana matahari, gerhana bulan DLL, yang insya Allah seterusnya akan kami
terbitkan setiap ahir bulan Hijriyah.
Nah, sekarang kami akan mengulas
tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi pada akhir bulan Hijriyah:
Dari perhitungan yang kami ketahui
bahwasanya Ijtimak (berkumpulnya Bulan dan Matahari) menjelang Rajab 1436 H. Terjadi pada hari Ahad, Tanggal 19 April2015 M,. jam 01:58 lewat 18 Detik WIB
Untuk
lokasi Banyu putih kidul-Jatiroto-Lumajang:
Matahari terbenam Tgl
19 April 2015 =
Jam 17j 36m
18.19d
WIB.
Tinggi Hakiki Bulan = 8o21` 41.59” (Di atas Ufuk)
Tinggi Mar`i Bulan = 7o46` 47.58” (Di atas Ufuk Mar`i)
Lama Hilal di atas
Ufuk = 0j31m7.17d
Hilal terbenam Jam = 18j7m25.36d
WIB
Arah terbenam Hilal = 11o57` 26.33”
Cahaya Hilal =
0.189
(JARI)
Luas cahaya Hilal =
0.00653 (Bagian)
Azimut (Arah)
Matahari = 11o23` 10.01”
Azimut (Arah) Bulan = 10o50` 31.28”
Letak
dan Posisi Hilal =
Hilal berada di sebelah
selatan Matahari sejauh 0o 32’ 38.73’’ dengan keadaan Hilal
terlentang.
Pernyataan di atas menggunakan
metode perhitungan teori EPHEMERIS, berdasarkan
hasil Hisab di atas pada hari Ahad Tgl 19 April 2015 Hilal sudah wujud. Maka awal bulan Rajab 1436 H, bertepatan dengan hari Senin Tgl 20 April 2015 M.
Tiada gading yang tak retak.
Kami segenap Kru LFMU mengharap kepada para pembaca,apabila menemui kekurangan
ataupun kekeliruan dapatlah kiranya memberikan Informasi kepada Kru LFMU untuk
perbaikan pada penerbitan yang akan datang.
Banyuputih
Kidul, 16 April 2015 M
26 Jumadil Tsani 1436 H
REDAKSI
LFMU
Referensi: Muhyiddin
khazin,ILMU FALAK Dalam Teori dan Praktik,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar