LAJNAH FALAKIYAH MIFTAHUL ULUM
Banyuputih Kidul Po. Box 101 Jatiroto Telp./ Fax. : 0334 – 882800
Lumajang 67355 Jawa Timur
السلام عليكم ورحمة الله وبركا تة
Benda langit atau yang di sebut dengan bintang adalah meliputi Matahari,Bulan, Planet,termasuk Bumi yang kita tempati dan Bintang-bintang nan jauh di sana. Semua benda langit terlihat indah seolah-olah menempel pada bola langit di atas kita,bergerak berputar dan berjalan dari timur ke arah barat. Itu semua akibat Bumi berputar mengelilingi porosnya.
Semua benda langit apapun namanya, Bintang-bintang termasuk Matahari,di ciptakan oleh Allah,pasti ada tujuannya.”Dan(Dia ciptakan) tanda-tanda (Petunjuk jalan) dan dengan Bintang-bintang inilah mereka mendapat petunjuk” (An-Nahl Ayat 16). Inilah salah satu tujuan Allah menciptakan itu semua.
Allah SWT,telah berulang kali menyinggung fenomena alam dengan firman-firman –Nya dalam Al-Qur`an yang di antara lain Surat Yunus Ayat 5 “Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya,dan di ciptakan-Nya Manzilah-manzilah(Tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan Tahun,dan perhitungan(waktu), Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan Haq,Dia menjelaskan Tanda-tanda(kebesaran-Nya)kepada orang-orang yang mengerti.”
Ayat-ayat Al-Qur`an yang demikian itu sudah semestinya menjadi pendorong bagi manusia,khususnya para Santri,untuk memperhatian dan mempelajari benda-benda langit agar menambah keyakinan dan kebesaran kekuasaan Allah SWT. Di samping agar dapat di manfaatkan oleh manusia sendiri untuk menata kehidupan nya sehari-hari.
Pernyataan tentang benda-benda langit yang di kenal dengan Astronomi memang banyak cabang dan ragamnya,satu di antaranya adalah ilmu Falak. Hanya saja,buku-buku ilmu Falak yang ada di Indonesia itu di rasa kurang dan sedikit jumlahnya,bahkan sulit didapati. Disamping itu, pada saat sekarang ini di rasa kurang adanya semangat mempelajari ilmu Falak di kalangan Masyarakat.
Menurut kenyataan diakui bahwa Indonesia terdapat berbagai macam sistem ilmu Hisab atau ilmu Falak,baik yang tumbuh dan berkembang di pesantren-pesantren, perguruan tinggi,maupun di Instansi atau lembaga terkait. Satu di antaranya adalah sistem Ephemeris,yakni ilmu Falak yang menggunakan data dari Ephemeris Hisab Rukyat yang di persiapkan oleh Departemen Agama RI.
Karena data Astronomi yang ada pada Ephemeris Hisab Rukyat itu di olah dengan rumus-rumus SEGITIGA BOLA yang di akui kebenarannya oleh ilmu pengetahuan,maka data Astronomi pada Ephemeris tidak perlu di ragukan kebenarannya.
Oleh karena itu,Pesantern kita membangun sebuah lembaga LFMU (Lajnah Falakiyah Miftahul Ulum) yang baru ini muncul di tengah-tengah ramainya lembaga-lembaga yang lain, karna melihat Pesantren yang sebesar ini yang padam akan pengetahuan ilmu Falak atau Hisabnya.
Kami segenap Kru Lajnah LFMU, akan memaparkan hasil perhitungan Bulan Hijriyah meliputi Ijtimak awal bulan, gerhana matahari, gerhana bulan DLL, yang insya Allah seterusnya akan kami terbitkan setiap ahir bulan Hijriyah.
Nah, sekarang kami akan mengulas tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi pada akhir bulan Hijriyah:
Dari perhitungan yang kami ketahui bahwasanya Ijtimak (berkumpulnya Bulan dan Matahari) menjelang Rajab 1436 H. Terjadi pada hari Ahad, Tanggal 19 April2015 M,. jam 01:58 lewat 18 Detik WIB
Untuk lokasi Banyu putih kidul-Jatiroto-Lumajang:
Matahari terbenam Tgl 19 April 2015 = Jam 17j 36m 18.19d WIB.
Tinggi Hakiki Bulan = 8o21` 41.59” (Di atas Ufuk)
Tinggi Mar`i Bulan = 7o46` 47.58” (Di atas Ufuk Mar`i)
Lama Hilal di atas Ufuk = 0j31m7.17d
Hilal terbenam Jam = 18j7m25.36d WIB
Arah terbenam Hilal = 11o57` 26.33”
Cahaya Hilal = 0.189 (JARI)
Luas cahaya Hilal = 0.00653 (Bagian)
Azimut (Arah) Matahari = 11o23` 10.01”
Azimut (Arah) Bulan = 10o50` 31.28”
Letak dan Posisi Hilal = Hilal berada di sebelah selatan Matahari sejauh 0o 32’ 38.73’’ dengan keadaan Hilal terlentang.
Pernyataan di atas menggunakan metode perhitungan teori EPHEMERIS, berdasarkan hasil Hisab di atas pada hari Ahad Tgl 19 April 2015 Hilal sudah wujud. Maka awal bulan Rajab 1436 H, bertepatan dengan hari Senin Tgl 20 April 2015 M.
Tiada gading yang tak retak. Kami segenap Kru LFMU mengharap kepada para pembaca,apabila menemui kekurangan ataupun kekeliruan dapatlah kiranya memberikan Informasi kepada Kru LFMU untuk perbaikan pada penerbitan yang akan datang.
Banyuputih Kidul, 16 April 2015 M
26 Jumadil Tsani 1436 H
REDAKSI LFMU
Referensi: Muhyiddin khazin,ILMU FALAK Dalam Teori dan Praktik,
Falakiyah Bata-Bata,PECINTA ASTRONOMI sang pemburu hilal.
Banyuputih Kidul Po. Box 101 Jatiroto Telp./ Fax. : 0334 – 882800
Lumajang 67355 Jawa Timur
السلام عليكم ورحمة الله وبركا تة
Benda langit atau yang di sebut dengan bintang adalah meliputi Matahari,Bulan, Planet,termasuk Bumi yang kita tempati dan Bintang-bintang nan jauh di sana. Semua benda langit terlihat indah seolah-olah menempel pada bola langit di atas kita,bergerak berputar dan berjalan dari timur ke arah barat. Itu semua akibat Bumi berputar mengelilingi porosnya.
Semua benda langit apapun namanya, Bintang-bintang termasuk Matahari,di ciptakan oleh Allah,pasti ada tujuannya.”Dan(Dia ciptakan) tanda-tanda (Petunjuk jalan) dan dengan Bintang-bintang inilah mereka mendapat petunjuk” (An-Nahl Ayat 16). Inilah salah satu tujuan Allah menciptakan itu semua.
Allah SWT,telah berulang kali menyinggung fenomena alam dengan firman-firman –Nya dalam Al-Qur`an yang di antara lain Surat Yunus Ayat 5 “Dialah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya,dan di ciptakan-Nya Manzilah-manzilah(Tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan Tahun,dan perhitungan(waktu), Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan Haq,Dia menjelaskan Tanda-tanda(kebesaran-Nya)kepada orang-orang yang mengerti.”
Ayat-ayat Al-Qur`an yang demikian itu sudah semestinya menjadi pendorong bagi manusia,khususnya para Santri,untuk memperhatian dan mempelajari benda-benda langit agar menambah keyakinan dan kebesaran kekuasaan Allah SWT. Di samping agar dapat di manfaatkan oleh manusia sendiri untuk menata kehidupan nya sehari-hari.
Pernyataan tentang benda-benda langit yang di kenal dengan Astronomi memang banyak cabang dan ragamnya,satu di antaranya adalah ilmu Falak. Hanya saja,buku-buku ilmu Falak yang ada di Indonesia itu di rasa kurang dan sedikit jumlahnya,bahkan sulit didapati. Disamping itu, pada saat sekarang ini di rasa kurang adanya semangat mempelajari ilmu Falak di kalangan Masyarakat.
Menurut kenyataan diakui bahwa Indonesia terdapat berbagai macam sistem ilmu Hisab atau ilmu Falak,baik yang tumbuh dan berkembang di pesantren-pesantren, perguruan tinggi,maupun di Instansi atau lembaga terkait. Satu di antaranya adalah sistem Ephemeris,yakni ilmu Falak yang menggunakan data dari Ephemeris Hisab Rukyat yang di persiapkan oleh Departemen Agama RI.
Karena data Astronomi yang ada pada Ephemeris Hisab Rukyat itu di olah dengan rumus-rumus SEGITIGA BOLA yang di akui kebenarannya oleh ilmu pengetahuan,maka data Astronomi pada Ephemeris tidak perlu di ragukan kebenarannya.
Oleh karena itu,Pesantern kita membangun sebuah lembaga LFMU (Lajnah Falakiyah Miftahul Ulum) yang baru ini muncul di tengah-tengah ramainya lembaga-lembaga yang lain, karna melihat Pesantren yang sebesar ini yang padam akan pengetahuan ilmu Falak atau Hisabnya.
Kami segenap Kru Lajnah LFMU, akan memaparkan hasil perhitungan Bulan Hijriyah meliputi Ijtimak awal bulan, gerhana matahari, gerhana bulan DLL, yang insya Allah seterusnya akan kami terbitkan setiap ahir bulan Hijriyah.
Nah, sekarang kami akan mengulas tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi pada akhir bulan Hijriyah:
Dari perhitungan yang kami ketahui bahwasanya Ijtimak (berkumpulnya Bulan dan Matahari) menjelang Rajab 1436 H. Terjadi pada hari Ahad, Tanggal 19 April2015 M,. jam 01:58 lewat 18 Detik WIB
Untuk lokasi Banyu putih kidul-Jatiroto-Lumajang:
Matahari terbenam Tgl 19 April 2015 = Jam 17j 36m 18.19d WIB.
Tinggi Hakiki Bulan = 8o21` 41.59” (Di atas Ufuk)
Tinggi Mar`i Bulan = 7o46` 47.58” (Di atas Ufuk Mar`i)
Lama Hilal di atas Ufuk = 0j31m7.17d
Hilal terbenam Jam = 18j7m25.36d WIB
Arah terbenam Hilal = 11o57` 26.33”
Cahaya Hilal = 0.189 (JARI)
Luas cahaya Hilal = 0.00653 (Bagian)
Azimut (Arah) Matahari = 11o23` 10.01”
Azimut (Arah) Bulan = 10o50` 31.28”
Letak dan Posisi Hilal = Hilal berada di sebelah selatan Matahari sejauh 0o 32’ 38.73’’ dengan keadaan Hilal terlentang.
Pernyataan di atas menggunakan metode perhitungan teori EPHEMERIS, berdasarkan hasil Hisab di atas pada hari Ahad Tgl 19 April 2015 Hilal sudah wujud. Maka awal bulan Rajab 1436 H, bertepatan dengan hari Senin Tgl 20 April 2015 M.
Tiada gading yang tak retak. Kami segenap Kru LFMU mengharap kepada para pembaca,apabila menemui kekurangan ataupun kekeliruan dapatlah kiranya memberikan Informasi kepada Kru LFMU untuk perbaikan pada penerbitan yang akan datang.
Banyuputih Kidul, 16 April 2015 M
26 Jumadil Tsani 1436 H
REDAKSI LFMU
Referensi: Muhyiddin khazin,ILMU FALAK Dalam Teori dan Praktik,
Falakiyah Bata-Bata,PECINTA ASTRONOMI sang pemburu hilal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar