Kamis, 29 Oktober 2015

Mensucikan Jiwa Adalah Jalan Kebahagiaan


Mensucikan Jiwa Adalah Jalan Kebahagiaan

tazkiyatun nafs
Muslimahzone.com – Telah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap orang yang mengharapkan pahala dari Allah dan kebahagiaan abadi di hari kemudian untuk memberikan perhatian secara khusus bagaimana agar ia mampu mensucikan diri. Karena keberuntungan dan kesuksesan seseorang itu dapat diraih tergantung bagaimana ia mau mensucikan dirinya (tazkiyatun nafs), sebagaimana firman-Nya :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
“Sesungguhnya telah beruntunglah orang yang mau mensucikan jiwanya.” (Qs. As Syams : 9)
Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah menyebutkan bahwa manusia itu terbagi menjadi dua golongan :
1. Golongan yang terkalahkan oleh nafsunya, sehingga setiap perilakunya dikendalikan oleh nafsunya.
2. Golongan yang mampu mengekang dan mengalahkan nafsunya sehingga nafsu tersebut tunduk pada perintahnya.
Dari dua golongan tersebut, maka manusia diberi pilihan oleh Allah untuk menentukan ingin menjadi golongan yang manakah ia. Golongan penyembah hawa nafsu atau golongan pengendali hawa nafsu.
Allah subhanahu wata’ala juga telah menyebutkan dalam firman-Nya yang lain :
فَأَمَّا مَن طَغَى {37} وَءَاثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا {38} فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى {39} وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى {40} فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى {41}
Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka nerakalah tempat tinggalnya. Sedangkan mereka yang takut pada kebesaran Rabb-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.” (Qs. An Nazi’at : 37 – 41)
Nafsu memang ada yang mengajak kepada kebaikan dan ada pula yang menyesatkan. Maka pilihlah yang mengajak pada kebaikan yaitu nafsu dalam mendekatkan diri kepada Allah, agar selamat di dunia dan akhirat.
Adapun nafsu kepada kejahatan, telah berkata Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashor Minhajul Qoshidin : “Ketahuilah bahwa musuh bebuyutanmu adalah nafs kamu yang ada di sisimu. Dan telah diciptakan nafs yang menyeru kepada kejahatan, cenderung kepada kejelekan. Engkau telah diperintahkan untuk menghukuminya, mensucikannya dan menceraikannya dari sumber-sumbernya.”
Memang tidak mudah usaha untuk mensucikan jiwa ini, apalagi bagi manusia yang sudah terlalu sering melakukan kemaksiatan. Namun, bukan tidak mungkin perubahan itu terjadi karena Allah senantiasa membuka pintu-Nya untuk manusia menjemput hidayah. Sebelum hembusan nafas yang terakhir, marilah kita memulai untuk menjadi lebih baik dengan tazkiyatun nafs atas diri kita. Wallau’alam.
(fauziya/muslimahzone.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar